`BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Genetika merupakan salah satu bidang ilmu yang sejak dahulu
kala sudah menarik perhatian semua manusia.Tanpa menyadari dan tanpa mengenal
hukum-hukumnya, manusia ratusan tahun yang lalu sebenarnya sudah lama mempraktekkan
ilmu ini terhadap hewan dan tumbuhan di lingkunganya demi kepentingannya. Jauh
sebelum mendel merumuskan hukum-hukum mendelnya, para
orang tua pun sudah tidak merestui perkawinan antar sanak sodara yang dekat
hubungan keluarganya. Begitupun sebelum memungut atau bahasa baiknya sebelum
memilih menantunya, orang tua menyelidiki dulu apakah si calon memilki nenek
moyang yang cacat mental dan fisik atau tidak.Hal itu di lakukan berdasarkan
atas pengalaman dan pengamatan dari generasi ke generasi sesudahnya secara
turun temurun.
Gen-gen yang mempengaruhi sifat-sifat yang terpengaruh seks
bisa berada pada autosom manapun atau pada bagian homolog kromosom seks.Ekpresi
dominansi atau peresesifan oleh alel-alel pada lapis-lapis yang terpengaruh
seks berbanding terbalik pada jantan dan betina. Hal itu sebagian besar di
akibatkan oleh perbedaan lingkungan internal yang diciptakan oleh hormon - hormon seks.
B. Rumusan
Masalah
a. Apakah
yang di maksut dengan genetic.
b. Apakah pengertian dari hukum genetic.
c. Bagaimanakah cara mempelajari tentang
genetika
d Apakah pengertian dari gen.
e Bagaimana cara pembelahan sel itu
f. Apa yang dimaksut kromosom sendiri
C. Tujuan
Tujuan khusus dari penulisan makalah ini adalah agar para mahasiswa
keperawatan mampu dan mengerti dengan hal-hal yang berhubungan dengan genetika
dan mampu meneliti lebih lanjut pada gen-gen lainya.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Genetik
Genetika disebut
juga ilmu keturunan, berasal dari kata genos (bahasa latin), artinya suku
bangsa-bangsa atau asal-usul. Secara “Etimologi”kata genetika berasal dari kata
genos dalam bahasa latin, yang berarti asal mula kejadian. Genetika adalah ilmu
yang mempelajari seluk beluk alih informasi hayati dari generasi kegenerasi.
Oleh karena cara berlangsungnya alih informasi hayati tersebut mendasari adanya
perbedaan dan persamaan sifat diantara individu organisme, maka dengan singkat
dapat pula dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang pewarisan sifat .Dalam
ilmu ini dipelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan kepada
anak cucu, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya.
B. Hukum genetika
Gregor Mendel dikenal sebagai bapak genetika, dan ia-lah
yang menciptakan hukum-hukum genetika.Hingga saat ini, hukum ini terbukti
bermanfaat dalam menemukan dan mempelajari gen. Gregor Mendel adalah seorang
Augustinian Monk.Beberapa percobaan awal yang dilakukan oleh dia berada di
persimpangan tanaman kacang putih dan bunga ungu tanaman.
Dia menyadari bahwa penyerbukan silang ini menghasilkan
keturunan hibrida.Ia kemudian, menemukan bahwa karakteristik dari setiap
tanaman tergantung pada sesuatu yang disebut faktor. Faktor-faktor tersebut
kemudian diidentifikasi dan dinamakan sebagai gen. Hukum Mendel genetika
menyatakan bahwa gen biasanya terjadi sebagai pasangan dalam sel-sel tubuh dan
terpisah ketika sel kelamin terbentuk. Ia juga menyatakan bahwa dalam setiap
pasangan gen, salah satu yang dominan dan yang lain resesif di alam. Ciri-ciri
gen dominan membantu untuk menentukan fitur.
Mendel juga menyatakan bahwa setiap sel individu akan
memiliki dua gen dan satu dari setiap orangtua. Dua gen ini mungkin atau
mungkin tidak mengandung jenis yang sama sifat. Kedua gen akan sama, dan
masing-masing gen disebut homozigot untuk sifat. Jika kedua gen memiliki sifat
yang berbeda, maka disebut heterozigot. Jika gen
bolak-balik, maka mereka disebut alel. Alel menentukan genotipe individu. Alel
ini juga ditemukan dalam berpasangan, di mana setiap alel berasal dari
masing-masing orang tua; satu berasal dari laki-laki dan yang lain berasal dari
perempuan. Gen ini bisa diteruskan ketika individu dewasa dan mereka ditularkan
ke sperma atau telur.
C. Cara Mempelajari Genetika
Untuk mempelajari sifat genetis dapat dilakukan dengan 9
cara, yaitu melalui:
1. Hibrid
Hibrid ialah penyilangan (cross).Pekerjaannya
disebut menyilang atau menghibrid (hibridasi).Hibridisasi dilakukan
dengan cara mengawinkan individu-individu yang berbeda karakter atau variasi.
Biasanya antara individu dalam satu spesies.Kadang ada juga antara individu
berbeda spesies tapi dalam satu genus.Pada hewan jarang sekali dilakukan hibrid
(cross) antara individu berbeda species. Pada tumbuhan, hibrid kini
banyak dilakukan antara individu berbeda species tapi dalam genus sama untuk
mendapatkan turunan yang poli-ploidi, artinya yang kromosomnya lebih
dari biasa (diploid). Tanaman poliploidi ini sering memiliki ukuran anatomi
yang lebih besar, tapi kurang fertil dan bijinya pun sedikit.
2.
Silsilah keluarga
Silsilah keluarga biasa dipakai untuk menyelidiki sifat
genetis pada manusia dan hewan piara seperti anjing dan kuda.Silsilah merupakan
alat yang paling banyak digunakan bagi peneliti dan gambaran pewarisan
sifat-sifat manusia.Secara tradisional, wanita dilukiskan dengan lingkaran atau
dengan simbol ♀, laki-laki dilukiskan dengan bujur sangkar atau dengan simbol
♂.
3. Anak
kembar
Ini biasa dipakai pada Genetika Manusia.Ada 2 macam anak
kembar menurut kejadiannya, yaitu kembar fraternal dan kembar identik.Pada
kembar fraternal, masing-masing individu berasal dari zigot berbeda.Berbeda
ovum dan berbeda sperma, yang berarti berbeda pula susunan genetisnya.Pada
kembar identik, masing-masing individu berasal dari satu zigot yang membelah
pada tingkat awal embrio, yakni pada tingkat pembelahan (segmentaasi) atau
tingkat blastula.Masing-masing berpisah jadi dua atau lebih, dan mengalami
pertumbuhan sendiri-sendiri. Karena tiap individu berasal dari satu ovum dan
satu sperma yang sama, maka susunan genetis merekapun sama.
Anak kembar dipakai pula untuk menyelidiki pengaruh
lingkungan pada pernyataan sifat genetis.Anak kembar freternal biasanya dapat
dipakai sebagai “kontrol” atau pengecek pengamatan kita itu.Ada karakter
genetis yang pengaruh lingkungan besar sekali, ada pula yang hampir tak ada.
4.
Kawin sekerabat
Dalam bahasa inggris disebut “consanguity”, yakni perkawinan
antara sekerabat misalnya antara saudara sepupu.Kawin sekerabat membuat sifat
genetis yang buruk lebih sering muncul dari pada perkawinan biasa.
5.
Percobaan
Percobaan atau eksperimen, ialah mencoba membuat suatu
perubahan pada sifat genetis. Melalui cara percobaan atau eksperimen lebih
banyak didapat hasil perubahan yang besar peranannya bagi ilmu pengetahuan.
Diantara percobaan yang penting antara lain:
Pemindahan bahan genetis dari satu individu ke individu
lain.
Ini banyak dilakukan pada virus dan
bakteri.Orang dapat mengubah semacam bakteri atau virus dari patogen menjadi
tak patogen, atau sebaliknya dari tak patogen menjadi patogen.
b. Meradiasi atau memasukkan zat radio
aktif dan kimia yang tajam kedalam jaringan tubuh.
Bahan genetis jadi berubah, dan
akibat perubahan itu dapat dipelajari, setelah membandingkannya dengan
“kontrol” yang berkarakter normal. Dengan cara ini dapatlah kita pelajari
fungsi bagian-bagian bahan genetis yang rusak oleh radiasi itu.
- Mencari sifat heterosis dengan breeding pada tanaman atau ternak, sehingga mutu dan jumlah produksi naik.
6.
Sitologi
Bidang genetika yang khusus mempelajari bahan sifat
keturunan itu secara langsung disebut sitogenetika.Dipelajari zat yang membina
bahan genetis itu dengan mangamati sel yang menyimpan. Untuk bidang sitologi
ini orang perlu memiliki peralatan yang halus dan mahal, radio-chromatografi
seperti mikroskop elektron, zat radio aktif, alat kultur jaringan, serta perlengkapan
teknik mikroskopis seperti mikrotom, reagen dan pewarnaan.
7.
Morfologi-Anatomi
Dengan meneliti bentuk luar dan dalam alat-alat atau bagian
tubuh suatu organisme, menyertai hibridasi, pengamatan silsilah kerabat,
eksperimen dan sitologi, makin teliti dan lengkaplah pengamatan kita akan sifat
genetis suatu karakter. Dengan melakukan perkawinan dan persilangan terus
menerus dapat dibuat sistematik morfologi-anatomi suatu species yang normal
serta variasinya, lalu dipakai untuk meneliti kelainan yang timbul dari
padanya.
8.Fisiologi-biokimia
Dengan pemeriksaan serum dan urine dapat diketahui sifat
darah, susunan kromosom serta pasangan gen seseorang, atau apakah atau mengidap
penyakit hemophilia, bisa dilihat pada test serumnya.Orang carrier itu biasanya
mengandung zat tertentu yang kadarnya berbeda dari orang normal sesungguhnya
tapi tak separah yang terdapat dalam tubuh yang kena penyakit keturunan itu.
9.
Biometrika
Perhitungan yang bersifat matematika berguna untuk menyusun
data obyek genetika serta mengambil kesimpulan.Pemecahan masalah genetik
memanglah banyak sekali memepergunakan perhitungan matematis.Matematika yang
khusus diterapkan biologi, disebut biometrika.Genetika manusia banyak sekali
mempergunakan perhitungan statistik-biometrika.
D. Perhitungan
yang bersifat matematika berguna untuk menyusun data obyek genetika serta
mengambil kesimpulan. Pemecahan masalah genetik memanglah banyak sekali
memepergunakan perhitungan matematis.Matematika yang khusus diterapkan biologi,
disebut biometrika.Genetika manusia banyak sekali mempergunakan perhitungan
statistik-biometrika.GEN adalah "substansi
hereditas" yang terletak di dalam kromosom.
Gen bersifat antaralain :
Gen bersifat antaralain :
- Sebagai
materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom.
- Mengandung informasi
genetika.
- Dapat
menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel.
Materi
dasar GEN adalah DNA.Tugas gen adalah mengatur berbagai jenis karakter (sifat)
makhluk hidup yaitu karakter fisik (morfologi & anatomi), karakter psikis
(pemalu, pamarah, panakut). Cara kerja gen dalam mengatur berbagai karakter
adalah melalui sintesis protein (Enzim & Hormon).
E. Pembelahan
Sel
Ada dua macam pembelahan sel, yaitu
pembelahan secara langsung ’amitosis’ dan pembelahan secara tidak langsung
’mitosis dan meiosis’.
1. Amitosis
Adalah pembelahan inti secara
langsung diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Proses pembelahan sel pada sel
prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada eukariotik. Pada prokariotik
pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses pertumbuhan
sel, duplikasi materi genetic, pembagian kromosom, dan pembelahan sitoplasma
yang didahului dengan pembentukan dinding sel baru. Proses pembelahan yang
demikian dinamakan amitosis, amitosis adalah pembelahan sel secara langsung
tanpa melibatkan kromosom, contohnya pada sel bakteri.
Kromosom hasil duplikasi, awalnya akan menempel pada membrane plasma. Selanjutnya, akan terjadi pertumbuhan antara dua tempat perlekatan kromosom untuk melakukan pemisahan materi inti. Kemudian akan terjadi sitokenesis yang diikuti dengan terbentuknya dinding sel baru hingga dua sel anakan terbentuk, pembelahan yang demikian juga sering disebut dengan pembelahan biner (binary fision) atau pembelahan sel secara langsung.
Kromosom hasil duplikasi, awalnya akan menempel pada membrane plasma. Selanjutnya, akan terjadi pertumbuhan antara dua tempat perlekatan kromosom untuk melakukan pemisahan materi inti. Kemudian akan terjadi sitokenesis yang diikuti dengan terbentuknya dinding sel baru hingga dua sel anakan terbentuk, pembelahan yang demikian juga sering disebut dengan pembelahan biner (binary fision) atau pembelahan sel secara langsung.
2. Mitosis
Mitosis
adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel identik
yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang
membagi sitoplasma dan membran sel. Proses ini menghasilkan dua sel anak yang identik,
yang memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan
sitokenesis merupakan fasa mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal
terbagi menjadi dua sel anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal.
Mitosis terjadi hanya pada sel
eukariot. Pada organisme multisel, sel somatik mengalami mitosis, sedangkan sel
kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina)
membelah diri melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Sel prokariot yang
tidak memiliki nukleus menjalani pembelahan yang disebut pembelahan biner.
Karena
sitokinesis umumnya terjadi setelah mitosis, istilah "mitosis" sering
digunakan untuk menyatakan "fase mitosis".Perlu diketahui bahwa
banyak sel yang melakukan mitosis dan sitokinesis secara terpisah, membentuk
sel tunggal dengan beberapa inti. Hal ini dilakukan misalnya oleh fungi dan
slime moulds. Pada hewan, sitokinesis dan mitosis juga dapat terjadi terpisah,
misalnya pada tahap tertentu pada perkembangan embrio lalat buah.
Hasil utama
dari mitosis adalah pembagian genom sel awal kepada dua sel anakan.Genom
terdiri dari sejumlah kromosom, yaitu kompleks DNA yang berpilin rapat yang
mengandung informasi genetik vital untuk menjalankan fungsi sel secara
benar.Karena tiap sel anakan harus identik secara genetik dengan sel awal, sel
awal harus menggandakan tiap kromosom sebelum melakukan mitosis. Proses
penggandaan terjadi pada pertengahan intefase, yaitu fase sebelum fase mitosis
pada siklus sel.
Setelah penggandaan, tiap kromosom
memiliki kopi identik yang disebut sister chromatid, yang berlekatan pada
daerah kromosom yang disebut sentromer.Sister chromatid itu sendiri tidak
dianggap sebagai kromosom.
Mitosis adalah cara reproduksi sel
dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase
Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya
terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk
tahap pembelahan sel).Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan
inti.
Secara garis besar ciri dari setiap
tahap pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut:
Proses mitosis secara konvensional
dibagi 6 fase yaitu interfase, profase, prometafase, metafase, anafase, dan
telofase (awal dan akhir). Profase biasanya merupakan fase terpanjang, dengan
mengambil waktu kurang lebih 60 % dari keseluruhan waktu yang dibutuhkan dalam
mitosis.Selama pembelahan mitosis yang berlangsung pada sel hewan dan sel
tumbuhan.
Tahap interfase merupakan tahap
persiapan yang esensial untuk pembelahan sel karena pada tahap ini kromosom
direplikasi.
Saat pembelahan sel, kromatin
dikemas sangat padat/kompak sehingga tampak sebagai kromosom.Selama interfase,
kromatin tidak terlalu terkondensasi untuk ekspresi informasi genetik.Nukleus
telah terbentuk dengan jelas dan dibungkus oleh selubung nukleus.Tepat di luar
nukleus terdapat dua sentrosom yang terbentuk sebelumnya oleh replikasi
sentrosom tunggal.
1. Kromatin menebal, memendek è kromosom
2. Nukleolus melebur
3. Sentriol memisah – benang-benang gelendong mulai
terbentuk
4. Dinding inti mulai melebur tapi belum seluruhnya
5. Kromosom menduplikasi è kromatid
1. Dinding inti benar-benar melebur, benang gelendong
meluas
2. Terdapat bidang pembelahan (ekuator)
3. Kromatid menuju bidang pembelahan berkumpul /
berderet pada bidang pembelahan
4. Terbentuk benang antar kromatid / benang
interkromosom ( interzonal )
1. Dimulai dengan pemisahan kromatid pada sentromernya
2. Sentromer dari masing-masing kromatid membelah
menjadi dua
3. Kromatid memisah dari bidang pembelahan kromoson
4. Kromosom bergerak ke kutub yang berlawanan (
pergerakan ini dibantu oleh kontraksi benang kromosom dan dorongan benang
interkromosomal )
3.
Meiosis
adalah pembelahan sel yang juga melalulitahapan-tahapan tertentu. Pembelahan meiosis disebut juga sebagai pembela
Pembelahan secara meiosis hanreduksi, yaitu pembelahan sel induk diploid (2n) menghasilkan empat sel anakanhaploid (n). Masing-masing sel anakan mengandung separuh kromosom sel induk,yaitu haploid (n). Pembelahan ini terjadi pada proses pembentukan sel gamet(sel kelamin) yang terjadi pada organ reproduktif. Pada hewan dan manusia,sperma yang haploid dihasilkan di dalam testis dan sel telur haploid dihasilkandi dalam ovarium. Pada tumbuhan berbunga, sel gamet dihasilkan di dalam putikdan benang sari melalui meiosis. Meiosis berperan untuk menghasilkan gametsecara genetik tidak identik (hanya setengah dari induknya).
adalah pembelahan sel yang juga melalulitahapan-tahapan tertentu. Pembelahan meiosis disebut juga sebagai pembela
Pembelahan secara meiosis hanreduksi, yaitu pembelahan sel induk diploid (2n) menghasilkan empat sel anakanhaploid (n). Masing-masing sel anakan mengandung separuh kromosom sel induk,yaitu haploid (n). Pembelahan ini terjadi pada proses pembentukan sel gamet(sel kelamin) yang terjadi pada organ reproduktif. Pada hewan dan manusia,sperma yang haploid dihasilkan di dalam testis dan sel telur haploid dihasilkandi dalam ovarium. Pada tumbuhan berbunga, sel gamet dihasilkan di dalam putikdan benang sari melalui meiosis. Meiosis berperan untuk menghasilkan gametsecara genetik tidak identik (hanya setengah dari induknya).
·
Tahap-Tahap Pembelahan Sel
a.
Tahap-tahap Pembelahan Sel
secara Mitosis
Sel memiliki siklus. Siklus sel terdiri darifase pembelahan sel/ mitotik (M) dan priode pertumbuhan yang disebut iterfase.Interfase terdiri dari tiga subfase, yaitu G1, S, dan G2,
Pembelahan mitosis merupakan pembelahan yang menghasilkan sel-sel tubuh.Secara garis besar, pembelahan sel ini terdiri dari fase (interfase), fasepembelahan inti (kariokinesis), dan fase pembelahan sitoplasma (sitokinesis).
Sel memiliki siklus. Siklus sel terdiri darifase pembelahan sel/ mitotik (M) dan priode pertumbuhan yang disebut iterfase.Interfase terdiri dari tiga subfase, yaitu G1, S, dan G2,
Pembelahan mitosis merupakan pembelahan yang menghasilkan sel-sel tubuh.Secara garis besar, pembelahan sel ini terdiri dari fase (interfase), fasepembelahan inti (kariokinesis), dan fase pembelahan sitoplasma (sitokinesis).
Tahap Interfase
Pada tahap
interfase, sel dianggapistirahat dari proses pembelahan. Meskipun demikian, sebenarnya
tahap interfasemerupakan tahap yang aktif dan penting untuk mempersiapkan
pembelahan.Persiapan berupa Replikasi DNA.Pada umumnya, sebagian besar waktu
hidup selberada pada tahap ini.Selanjutnya interfase dibagi lagi ke dalam fase
gap-1(G1), fase sintesis (S), dan fase gap-2 (G2).
* fase gap-1 (G1)
Pada fase G1 sel-sel belum mengadakan replikasiDNA, sehingga DNA masih berjumlah 1 salinan (1c = 1 copy = salinan), dandiploid (2n).
* fase sintesis (S)
Pada fase S DNA dalam inti mengalamireplikasi(penggandaan jumlah salinan) sehingga pada fase sintesis akhirnyamenghasilkan 2 salinan DNA dan diploid (2c, 2n).
* fase gap-1 (G1)
Pada fase G1 sel-sel belum mengadakan replikasiDNA, sehingga DNA masih berjumlah 1 salinan (1c = 1 copy = salinan), dandiploid (2n).
* fase sintesis (S)
Pada fase S DNA dalam inti mengalamireplikasi(penggandaan jumlah salinan) sehingga pada fase sintesis akhirnyamenghasilkan 2 salinan DNA dan diploid (2c, 2n).
* fase gap-2 (G2)
Pada fase G2 replikasi DNA telah selesai, dan selbersiap-siap mengadakan pembelahan.
Tahap Kariokinesis
Kariokinesis adalah tahap pembelahan inti sel.
* Profase
Pada tahap profase, DNA mulai dikemas atau dipaket menjadi kromosom.Kromosom merupakan struktur terpadat dari kemasan DNA.
Pada profase awal, kromosom mulai tampak lebihpendek serta menebal.Pada sel hewan, sentriol membelah dan masing-masingbergerak ke kutub yang berlawanan pada nukleus.
Selanjutnya terbentuk benang-benang spindel (benangmikrotubul) yang terhubung dari kutub ke kutub.Pada sel tumbuhan, tidakterdapat sentriol dan benang spindel terbentuk tanpa terikat pada sentriol.
Pada profase akhir, masing-masing kromosom terlihatterdiri dari dua kromatid yang terikat pada sentromer.Selanjutnya, nukleoushilang dan membran nukleus hancur.Pada tahap ini kromosom terletak bebas didalam sitoplasma.
Pada tahap profase, DNA mulai dikemas atau dipaket menjadi kromosom.Kromosom merupakan struktur terpadat dari kemasan DNA.
Pada profase awal, kromosom mulai tampak lebihpendek serta menebal.Pada sel hewan, sentriol membelah dan masing-masingbergerak ke kutub yang berlawanan pada nukleus.
Selanjutnya terbentuk benang-benang spindel (benangmikrotubul) yang terhubung dari kutub ke kutub.Pada sel tumbuhan, tidakterdapat sentriol dan benang spindel terbentuk tanpa terikat pada sentriol.
Pada profase akhir, masing-masing kromosom terlihatterdiri dari dua kromatid yang terikat pada sentromer.Selanjutnya, nukleoushilang dan membran nukleus hancur.Pada tahap ini kromosom terletak bebas didalam sitoplasma.
* Metafase
Metafase merupakan tahap yang singkat dalammitosis.Pada tahap-tahap ini, kromosom bergerak ke bidang ekuator benangspindel (bidang pembelahan).Kromosom terikat pada benang spindel melaluisentromer.
Kromosom terletak di bidang ekuator dengan tujuanagar pembagian jumlah informasi DNA yang telah diberikan kepada sel anakan yangbaru benar-benar rata dan sama jumlahnya.
* Anafase
Anafase juga merupakan tahap yang singkat dalam mitosis.Pada tahap inimasing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan.Kromatidbergerak menuju kutub pembelahan.Kromatid dapat bergerak ke arah kutubpembelahan karena terjadinya kontraksi benang spindel. Pada saat kontraksi,benang spindel memendek kemudian menarik kromatid menjadi dua bagian ke duakutub yang berlawanan. Tahap anafase menghasilkan salinan kromosom berpasangan(1c, 2n).
* Telofase
Pada tahap ini kromatid telah disebutkromosom.Membran inti mulai terbentuk dan nukleous kembali muncul.Kromosommembentuk benang-benang kromatin. Selanjutnya, pada tahap telofase akhirterjadi pembelahan sitoplasma dengan proses yang disebut sitokenesis.
Tahap Sitokenesis
Padatahap sitokenesis terjadi pembelahan sitoplasma yang dikuti dengan pembentukansekat sel yang baru.Sekat memisahkan dua inti tersebut menjadi dua sel anakan.
Pada sel hewan, tahap sitokenesis dimulai saattelofase berakhir.Pada telofase akhir terjadi penguraian benang-benangspindel.Kemudian segera terbentuk cincin mikrofilamen yang menyempit di daerahbekas bidang ekuator.Kontraksi ke arah dalam ini menyebabkan celah yangmendalam pada permukaan sel, diikuti dengan pembagian isi dua sel secaraterpisah.
Pada seltumbuhan terdapat dinding sel yang keras. Oleh karena itu, cara sitokenesis seltumbuhan berbeda dengan sel hewan. Sel tumbuhan yang telah mengalamikariokinesis segera membentuk sekat sel(cell plate) di sekitar bekas bidangpembelahan. Sekat ini mula-mula terbentuk dari vesikel membran yang berasaldari Badan Golgi.Vesikel tersebut diarahkan sepanjang benang spindel di bidangekuator.Vesikel-vesikel tersebut kemudian mengalami fusi (penyatuan) membentukmembran, dan diikuti dengan terbentuknya dinding sel yang baru.
Anafase juga merupakan tahap yang singkat dalam mitosis.Pada tahap inimasing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan.Kromatidbergerak menuju kutub pembelahan.Kromatid dapat bergerak ke arah kutubpembelahan karena terjadinya kontraksi benang spindel. Pada saat kontraksi,benang spindel memendek kemudian menarik kromatid menjadi dua bagian ke duakutub yang berlawanan. Tahap anafase menghasilkan salinan kromosom berpasangan(1c, 2n).
* Telofase
Pada tahap ini kromatid telah disebutkromosom.Membran inti mulai terbentuk dan nukleous kembali muncul.Kromosommembentuk benang-benang kromatin. Selanjutnya, pada tahap telofase akhirterjadi pembelahan sitoplasma dengan proses yang disebut sitokenesis.
Tahap Sitokenesis
Padatahap sitokenesis terjadi pembelahan sitoplasma yang dikuti dengan pembentukansekat sel yang baru.Sekat memisahkan dua inti tersebut menjadi dua sel anakan.
Pada sel hewan, tahap sitokenesis dimulai saattelofase berakhir.Pada telofase akhir terjadi penguraian benang-benangspindel.Kemudian segera terbentuk cincin mikrofilamen yang menyempit di daerahbekas bidang ekuator.Kontraksi ke arah dalam ini menyebabkan celah yangmendalam pada permukaan sel, diikuti dengan pembagian isi dua sel secaraterpisah.
Pada seltumbuhan terdapat dinding sel yang keras. Oleh karena itu, cara sitokenesis seltumbuhan berbeda dengan sel hewan. Sel tumbuhan yang telah mengalamikariokinesis segera membentuk sekat sel(cell plate) di sekitar bekas bidangpembelahan. Sekat ini mula-mula terbentuk dari vesikel membran yang berasaldari Badan Golgi.Vesikel tersebut diarahkan sepanjang benang spindel di bidangekuator.Vesikel-vesikel tersebut kemudian mengalami fusi (penyatuan) membentukmembran, dan diikuti dengan terbentuknya dinding sel yang baru.
b.
)Tahap-Tahap Pembelahan Sel
secaraMeiosis (pembelahan Reduktif
Pembelahan
meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan sel-selkelamin (sperma dan
telur).Sel kelamin berguna untuk reproduksi makhluk hidupsecara seksual
generatif. Sel kelamin berisi kromosom setengah pasang (haploid= n). Tahap
pembelahan meiosis terdiri dari tahap-tahap yang serupa denganpembelahan
mitosis.Hanya saja pada meiosis terjadi dua kalipembelahan, yaitu meiosis I dan
meiosis II. Masing-masing meiosis terdiri daritahap-tahap yang sama.
Tahap-tahapnya :
Meiosis
I
Terdiri dari interfase, profase I, metafase I,anafaseI, telofase I, dan sitokinesis.
Terdiri dari interfase, profase I, metafase I,anafaseI, telofase I, dan sitokinesis.
* interfase
Pada
interfase, sel berada pada tahap persiapan untuk mengadakanpembelahan.
Persiapanya adalah berupa penggandaan DNA dari satu salinan menjadidua salinan
(sama seperti pada interfase mitosis). Tahap akhir interfase adalahadanya dua
salinan DNA yang telah siap dikemas menjadi kromosom.
* Profase I
Pada profase I, DNA dikemas ke dalam kromosom. Pada akhir profase I,terbentukkromosom homolog yang berpasangan membentuk tetrad. Kromosomhomolog adalah sepasang kromosom yang terdiri dari dua kromosom identik (karena bentuk dan ukuran kedua kromosom sama, bahkan mengandung gen dengan strukturdan jumlah yang sama).
Profase I merupakan tahap terpanjang dibandingkantahapan lainnya pada meiosis I karena terdiri dari lima tahap, yaitu leptoten,zigoten, pakiten, diploten, dan diakinesis.
Padatahap leptoten, kromatin berubah menjadi kromosom yang mengalamikondensasi dan terlihat sebagai benang tunggal yang panjang.Pada beberapaorganisme, kromosom tersebut mengandung bentukan seperti manik-manik, yangmerupakan daerah kromosom yamg menyerap warna dengan kuat, yaitu kromomer.
Padatahap zigoten, sentrosom membelah menjadi dua, kemudian bergerak menuju kutub yang berlawanan.Kromosom homolog yang berasal dari gamet keduaorang tua termasuk bagian kromomer saling berdekatan dan berpasangan ataudisebut melakukan sinapsis.
Pada tahap pakiten tiap kromosom melakukan penggandaan atau replikasimenjadi dua kromatid dengan sentromer yang masih tetap menyatu dan belummembelah.Tiap kromosom yang berpasangan mengandung empat kromatid disebuttetrad atau bivalen.
Pada tahap diploten kromosom homolog terlihat saling menjauh. Saat kromosom homolog menjauh,terjadi pendekatan berbentuk X pada suatu tempat tertentu di kromosom yangdisebut kiasma (jamak: kiasmata). Kiasma merupakan bentuk persilangan dua dariempat kromatid suatu kromosom dengan pasangan kromosom homolognya.Kiasma jugamerupakan tempat terjadinya peristiwa pindah silang (crossing over) padakromosom.Peristiwa pindah silang merupakan salah satu penyumbangkeanekaragaman individu makhluk hidup. Karena adanya peristiwa tersebut selgamet yang terbentuk sama sekali tidak identik dengan susunan kromosom selinduknya.
Pada tahap diakinesis terbentuk benang-benang spindel dari pergerakan duan sentriol (hasilpembelahan) ke arah kutub yang berlawanan.Diakinesis diakhiri denganmenghilangnya nukleolus dan membran nukleus serta tetrad mulai bergerak kebidang ekuator.
* Metafase I
Pada metafase I tetrat kromosomberada pada bidang ekuator. Pada bidang ekuator, benang-benang spindle (mikrotubul) melekatkan diri pada tiap sentromer kromosom. Ujung benang spindle yang lainya membentang melekat di kedua kutub pembelahan yang berlawanan.
* Anafase I
Pada anafase I tiap kromosom homolog (yang berisi dua kromatidkembarnya) masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutubpembelahan yang berlawanan arah. Tujuan anafase I adalah membagi isi kromosomdiploid menjadi haploid.
* Telofase I
Pada telofase I tiap kromosom homolog kini telah mencapai kutubpembelahan.
* Sitokinesis I
Pada sitokinesis I tiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat sehinggasitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatidkembarnya.
Interkinesis
Interkinesis adalah tahap dimana di antara dua pembelahan meiosis. Padatahap interkinesis tidak terjadi perbanyakan(replikasi) DNA. Hasil pembelahanmeiosis I menghasilkan dua sel anakan yang haploid ( karena kini sel anakanmengandung setengah pasang kromosom homolog). Meskipun demikian, perlu diingatbahwa kromosom tersebut masih berisi sepasang kromatid, yang berarti kandunganDNA-nya masih rangkap (2c).Tujuan meiosis II adalah membagi kedua salinantersebut pada sel anakan yang baru.Pada meiosis II terjadi pada tahap-tahapyang serupa pada meiosis I.
Meiosis II
Tahap meiosis II terdiri dari profase II, metafase II, anafase II, telofase II, dansitokinesis II
* Profase II
Pada profase II kromatid kembaran masihmelekat pada tiat sentromer kromosom.Tahap ini kadang terjadi dalam waktusingkat karena dikuti tahap berikutnya.
* Metafase II
Pada metafase II tiap kromosom (yang berisidua kromatid) meretang pada bidang ekuator. Terbentuk benang-benang spindel,satu ujung melekat pada sentromer, dan ujung lain membentang menuju ke kutubpembelahan yang berlawanan arah.
* Anafase II
Pada anafase II benang spindel mulaimenarik kromatid menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan tersebut.Akibatnya, kromosom memisahkan kedua kromatidnya dan bergerak menuju kutub yangberbeda.Kromatid yang terpisah ini kini dinamakan kromosom.
* Telofase II
Pada telofase II, kromatid atau kromosom telahmencapai kutub pembelahan. Hasil total dari tahap ini adalah terbentuk empatinti. Tiap inti mengandung setengah pasang kromosom (haploid) dan satu salinanDNA (1n, 1c).
* Sitokinesis II
Pada sitokinesis II tiap inti mulai dipisahkan olehsekat sel dan akhirnya menghasilkan empat sel kembar haploid.
* Profase I
Pada profase I, DNA dikemas ke dalam kromosom. Pada akhir profase I,terbentukkromosom homolog yang berpasangan membentuk tetrad. Kromosomhomolog adalah sepasang kromosom yang terdiri dari dua kromosom identik (karena bentuk dan ukuran kedua kromosom sama, bahkan mengandung gen dengan strukturdan jumlah yang sama).
Profase I merupakan tahap terpanjang dibandingkantahapan lainnya pada meiosis I karena terdiri dari lima tahap, yaitu leptoten,zigoten, pakiten, diploten, dan diakinesis.
Padatahap leptoten, kromatin berubah menjadi kromosom yang mengalamikondensasi dan terlihat sebagai benang tunggal yang panjang.Pada beberapaorganisme, kromosom tersebut mengandung bentukan seperti manik-manik, yangmerupakan daerah kromosom yamg menyerap warna dengan kuat, yaitu kromomer.
Padatahap zigoten, sentrosom membelah menjadi dua, kemudian bergerak menuju kutub yang berlawanan.Kromosom homolog yang berasal dari gamet keduaorang tua termasuk bagian kromomer saling berdekatan dan berpasangan ataudisebut melakukan sinapsis.
Pada tahap pakiten tiap kromosom melakukan penggandaan atau replikasimenjadi dua kromatid dengan sentromer yang masih tetap menyatu dan belummembelah.Tiap kromosom yang berpasangan mengandung empat kromatid disebuttetrad atau bivalen.
Pada tahap diploten kromosom homolog terlihat saling menjauh. Saat kromosom homolog menjauh,terjadi pendekatan berbentuk X pada suatu tempat tertentu di kromosom yangdisebut kiasma (jamak: kiasmata). Kiasma merupakan bentuk persilangan dua dariempat kromatid suatu kromosom dengan pasangan kromosom homolognya.Kiasma jugamerupakan tempat terjadinya peristiwa pindah silang (crossing over) padakromosom.Peristiwa pindah silang merupakan salah satu penyumbangkeanekaragaman individu makhluk hidup. Karena adanya peristiwa tersebut selgamet yang terbentuk sama sekali tidak identik dengan susunan kromosom selinduknya.
Pada tahap diakinesis terbentuk benang-benang spindel dari pergerakan duan sentriol (hasilpembelahan) ke arah kutub yang berlawanan.Diakinesis diakhiri denganmenghilangnya nukleolus dan membran nukleus serta tetrad mulai bergerak kebidang ekuator.
* Metafase I
Pada metafase I tetrat kromosomberada pada bidang ekuator. Pada bidang ekuator, benang-benang spindle (mikrotubul) melekatkan diri pada tiap sentromer kromosom. Ujung benang spindle yang lainya membentang melekat di kedua kutub pembelahan yang berlawanan.
* Anafase I
Pada anafase I tiap kromosom homolog (yang berisi dua kromatidkembarnya) masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutubpembelahan yang berlawanan arah. Tujuan anafase I adalah membagi isi kromosomdiploid menjadi haploid.
* Telofase I
Pada telofase I tiap kromosom homolog kini telah mencapai kutubpembelahan.
* Sitokinesis I
Pada sitokinesis I tiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat sehinggasitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatidkembarnya.
Interkinesis
Interkinesis adalah tahap dimana di antara dua pembelahan meiosis. Padatahap interkinesis tidak terjadi perbanyakan(replikasi) DNA. Hasil pembelahanmeiosis I menghasilkan dua sel anakan yang haploid ( karena kini sel anakanmengandung setengah pasang kromosom homolog). Meskipun demikian, perlu diingatbahwa kromosom tersebut masih berisi sepasang kromatid, yang berarti kandunganDNA-nya masih rangkap (2c).Tujuan meiosis II adalah membagi kedua salinantersebut pada sel anakan yang baru.Pada meiosis II terjadi pada tahap-tahapyang serupa pada meiosis I.
Meiosis II
Tahap meiosis II terdiri dari profase II, metafase II, anafase II, telofase II, dansitokinesis II
* Profase II
Pada profase II kromatid kembaran masihmelekat pada tiat sentromer kromosom.Tahap ini kadang terjadi dalam waktusingkat karena dikuti tahap berikutnya.
* Metafase II
Pada metafase II tiap kromosom (yang berisidua kromatid) meretang pada bidang ekuator. Terbentuk benang-benang spindel,satu ujung melekat pada sentromer, dan ujung lain membentang menuju ke kutubpembelahan yang berlawanan arah.
* Anafase II
Pada anafase II benang spindel mulaimenarik kromatid menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan tersebut.Akibatnya, kromosom memisahkan kedua kromatidnya dan bergerak menuju kutub yangberbeda.Kromatid yang terpisah ini kini dinamakan kromosom.
* Telofase II
Pada telofase II, kromatid atau kromosom telahmencapai kutub pembelahan. Hasil total dari tahap ini adalah terbentuk empatinti. Tiap inti mengandung setengah pasang kromosom (haploid) dan satu salinanDNA (1n, 1c).
* Sitokinesis II
Pada sitokinesis II tiap inti mulai dipisahkan olehsekat sel dan akhirnya menghasilkan empat sel kembar haploid.
Pembelahan sel pada prokariotik
Pada sel prokariotik, materi genetik
tersebar didalam suatu badan serupa inti yang tidak dikelilingi oleh membran.Mikroorganisme
yang prokariotik, misalnya bakteri dan alga hijau-biru. Proses pembelahan sel
pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada eukariotik. Pada
prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses
pertumbuhan sel, duplikasi materi genetik, pembagian kromosom, dan pembelahan
sitoplasma yang didahului dengan pembentukkan dinding sel baru. Proses
pembelahan yang demikian dinamakan amitosis. Amitosis adalah pembelahan sel
secara langsung tanpa melibatkan kromosom, contohnya pada sel bakteri.
Ciri-ciri sel prokariotik adalah bahan
genetik (DNA) tidak terstruktur dalam bentuk nukleus, DNA terdapat pada
nukleolit yang tidak terselubungi oleh membran.Secara umum sel prokariotik
memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sel eukariotik. Setiap
prokariotik merupakan sel tunggal, tetapi akan sering terlihat dalam tipe
rantai, agregat, atau kelompok sel yang jumlahnya ratusan.
Pembelahan sel pada eukariotik
Pada sel-sel eukariotik, hal pembagian
material genetik secara persis sama adalah lebih kompleks. Sebuah sel
eukariotik mengandung kira-kira 1000 kali lebih banyak DNA dibanding sebuah sel
prokariotik.Disamping itu, DNA ini berbentuk linea, membentuk sejumlah kromosom
yang jelas berbeda. Sebagai contoh, sel-sel somatik (tubuh) manusia mempunyai
46 kromosom, masing-masing berbeda satu sama lainnya. Pada saat sel-sel ini
membelah, setiap sel anak harus menerima satu duplikat dan hanya satu
dari setiap 46 kromosom. Disamping itu, sel-sel eukariotik mengandung
berbagai macam organela dan ini juga harus dibagi secara merata diantara
sel-sel anak.Pada sel eukariotik memiliki inti sel yang sangat kompleks dengan
selubung inti yang terdiri dari dua membran.Sel-sel pada tubuh hewan dan
tumbuhan termasuk dalam golongan sel eukariotik.Mikroorganisme yang eukariotik,
misalnya protozoa, protista, dan semua jamur.
Siklus sel
Sel-sel mengalami pembelahan melalui
serangkaian proses yang terjadi berulang kali darin pertumbuhan ke pembelahan,
yang dikenal sebagai siklus sel, siklus sel terdiri atas lima fase utama : G1,
S, G2, mitosis, dan sitokinesis. Durasi (lamanya) masing-masing fase dari
siklus ini berfariasi dari beberapa jam sampai beberapa hari, bergantung dari
tipe sel dan faktor-faktor luar seperti suhu dan nutrisi yang tersedia.
Siklus sel merupakan serangkaian kejadian
dengan urutan tertentu berupa duplikasi kromosom sel dan organel didalamnya
yang mengarah ke pembelahan sel. Pada eukariotik (sel bernukleus), proses
perbanyakan atau sintesis bahan genetik terjadi sebelum berlangsungnya proses
pembelahan sel, mitosis atau meiosis.
Sel yang mempunyai kemampuan membelah adalah sel "muda" atau sel immature yang belum memiliki fungsi tertentu. Pada kondisi lingkungan yang mendukung sel akan memasuki siklus sel dan menghasilkan 2 sel identik. Sel yang tidak lagi membelah akan keluar dari siklus dan berdeferensiasi menjadi sel yang maturedengan struktur dan fungsi tertentu.
Pada dasarnya siklus sel terdapat 2 fase utama yaitu fase S (DNA sintesis) dan fase M (Mitosis). Pada fase S terjadi duplikasi kromosom, organele dan protein interseluler dan pada fase M terjadi pemisahan kromosom dan pembelahan sel. Sebagian besar sel memerlukan waktu ekstra untuk proses sintesis sehingga pada siklus sel terdapat ekstra fase Gap yaitu Gap 1 antara fase M dan fase S serta Gap 2 antara fase S dan Mitosis. Hal ini mendasari pembagian fase menjadi 4 fase yaitu Fase G1, Fase S, Fase G2 (ketiganya disebut Interfase) dan fase M (mitosis dan sitokinesis).Interfase adalah fase istirahat, sel ini sebenarnya sangat aktif secara biokimia walaupun terlihat tidak ada perubahan morfologi (waktu lama, 23 jam dalam 1 siklus 24 jam).M phase (mitosis) merupakan inti dari siklus sel dan secara morfologi terjadi perubahan yang jelas teramati berupa kromosom yang tertarik ke kutub, sitogenesis dan akhirnya sel terbagi menjadi dua (waktu cepat, 1 jam dalam 1 siklus 24 jam).
Fase Gi dan G2 bukan hanya sebagai ekstra waktu proses
sintesis namun juga berperan sebagai ekstra waktu bagi sel untuk memonitor
kondisi lingkungan internal dan eksternal sebelum masuk ke fase S dan M. Jika
kondisi lingkungan tidak mendukung maka sel berhenti berprogress pada G1 dan
bahkan memasuki kondisi resting state pada Go (G zero). Go ini dapat
berlangsung selama berhari-hari, bertahun-tahun atau sampai sel mati. Jika
kondisi lingkungan mendukung dan terdapat sinyal untuk tumbuh maka sel akan
memulai proses pada suatu titik akhir G1 yang disebut titik "Start".
Setelah melalui titik ini sel akan mulai masuk fase S ditandai dengan Replikasi
DNA yang terus berlangsung bahkan walau signal pertumbuhan dan pembelahan sudah
tidak ada.
F.
Pengertian kromosom
Kromosom berasal dari dua kata, yaitu chroma (warna)
dan soma (badan). Istilah ini muncul karena bagian ini akan jelas terlihat di
bawah mikroskop apabila diberi zat warna. Kromosom terletak di dalam nukleus
(inti sel). Inti sel tubuh dan inti sel kelamin suatu organisme mempunyai
jumlah yang berbeda. Kromosom yang terletak di dalam inti sel tubuh bersifat
haploid (2n), sedangkan yang terletak di dalam inti sel kelamin (gamet)
bersifat haploid (n). Jumlah kromosom pada sel tubuh manusia sebanyak 46 (23
pasang), sedangkan pada sel kelaminnya (sperma atau ovum) sebanyak 23. dalam
setiap kromosom manusia terdapat ribuan gen.
Kromosom adalah struktur benang dalam inti sel yang
bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Kromosom adalah khas
bagi makhluk hidup. Didalam inti sel terdapat kromosom. Didalam kromosom
terdapat gen atau faktor pembawa sifat keturunan. Dengan demikian, individu
baru hasil perkembangbiakan generatif membawa kedua sifat induknya. Sepasang
kromosom adalah "Homolog" sesamanya, artinya mengandung lokus
gen-gen yang bersesuaian yang disebut alela.
Lokus adalah lokasi yang diperuntukkan bagi gen dalam
kromosom.
alel ganda (multiple alleles) adalah adanya lebih dari satu alel pada lokus yang sama.
alel ganda (multiple alleles) adalah adanya lebih dari satu alel pada lokus yang sama.
Dikenal dua macam kromosom yaitu:
1. Kromosom badan (Autosom).
Kromosom tubuh atau autosom adalah kromosom yang tidak
menentukan jenis kelamin, berjumlah 2n-2. Pada manusia jumlah autosom pada
setiap sel tubuh sebanyak 44 (22pasang).
2. Kromosom kelamin /
kromosom seks (Gonosom).
Kromosom
kelamin (seks) atau gonosom adalah kromosom yang menentukan jenis kelamin, berjumlah sepasang.Kromosom
kelamin pada wanita XX, sedangkan laki-laki XY.
DNA
pada setiap makhluk hidup disimpan dalam suatu wadah yang disebut kromosom.Tiap
kromosom menyimpan DNA yang mempunyai tugas khusus untuk mengatur bentuk fisik tubuh.Jumlah kromosom pada
tiap spesies berbeda. Oleh sebab itu, tidak semua makhluk hidup bisa melakukan
perkawinan antar spesies, karena tiap kromosom dari sperma harus mendapat
pasangan kromosom lain dari sel telur. Walaupun jumlah kromosom sama, belum
tentu perkawinan berhasil. Ibarat kunci dan gembok, pasangan kromosom dari
sperma dan sel telur harus identik.Kunci berbentuk bulat tidak dapat dimasukkan
ke lubang gembok yang berbentuk pipih. Inilah mengapa perkawinan antar spesies
yang memiliki kromosom sama belum tentu berhasil. Kalaupun berhasil, biasanya
akan menghasilkan mutasi yang menyebabkan cacat pada keturunan atau kematian
pada induk.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
makalah yang kita buat dapat kita simpulkanbahwa gen adalah substansi hereditas
yang terletak di dalam kromosom. Gen mempunyai sifat antara lain :
- Sebagai
materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom.
-
Mengandung informasi genetika.
- Dapat
menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel.
Genetika
adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala
seluk beluknya secara ilmiah.Orang yang dianggap sebagai "Bapak
Genetika" adalah Johan Gregor Mendel.
B. Saran
Sebagai
seorang calon perawat disarankan supaya kita mendalami ilmu tentang sel sebagai
pengetahuan dasar dalam mata kuliah biologi maupun anatomi dan fisiologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar