Rabu, 08 Januari 2014



`BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Genetika merupakan salah satu bidang ilmu yang sejak dahulu kala sudah menarik perhatian semua manusia.Tanpa menyadari dan tanpa mengenal hukum-hukumnya, manusia ratusan tahun yang lalu sebenarnya sudah lama mempraktekkan ilmu ini terhadap hewan dan tumbuhan di lingkunganya demi kepentingannya. Jauh sebelum mendel merumuskan hukum-hukum mendelnya, para orang tua pun sudah tidak merestui perkawinan antar sanak sodara yang dekat hubungan keluarganya. Begitupun sebelum memungut atau bahasa baiknya sebelum memilih menantunya, orang tua menyelidiki dulu apakah si calon memilki nenek moyang yang cacat mental dan fisik atau tidak.Hal itu di lakukan berdasarkan atas pengalaman dan pengamatan dari generasi ke generasi sesudahnya secara turun temurun.
Gen-gen yang mempengaruhi sifat-sifat yang terpengaruh seks bisa berada pada autosom manapun atau pada bagian homolog kromosom seks.Ekpresi dominansi atau peresesifan oleh alel-alel pada lapis-lapis yang terpengaruh seks berbanding terbalik pada jantan dan betina. Hal itu sebagian besar di akibatkan oleh perbedaan lingkungan internal yang diciptakan oleh hormon  - hormon seks.
B.  Rumusan Masalah
      a.         Apakah yang di maksut dengan genetic.
      b.         Apakah pengertian dari hukum genetic.
      c.         Bagaimanakah cara mempelajari tentang genetika
      d          Apakah pengertian dari gen.
      e          Bagaimana cara pembelahan sel itu
      f.          Apa yang dimaksut kromosom sendiri

C. Tujuan
Tujuan khusus dari penulisan makalah ini adalah agar para mahasiswa keperawatan mampu dan mengerti dengan hal-hal yang berhubungan dengan genetika dan mampu meneliti lebih lanjut pada gen-gen lainya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.        Pengertian Genetik
Genetika disebut juga ilmu keturunan, berasal dari kata genos (bahasa latin), artinya suku bangsa-bangsa atau asal-usul. Secara “Etimologi”kata genetika berasal dari kata genos dalam bahasa latin, yang berarti asal mula kejadian. Genetika adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk alih informasi hayati dari generasi kegenerasi. Oleh karena cara berlangsungnya alih informasi hayati tersebut mendasari adanya perbedaan dan persamaan sifat diantara individu organisme, maka dengan singkat dapat pula dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang pewarisan sifat .Dalam ilmu ini dipelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan kepada anak cucu, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya.

B.        Hukum genetika
Gregor Mendel dikenal sebagai bapak genetika, dan ia-lah yang menciptakan hukum-hukum genetika.Hingga saat ini, hukum ini terbukti bermanfaat dalam menemukan dan mempelajari gen. Gregor Mendel adalah seorang Augustinian Monk.Beberapa percobaan awal yang dilakukan oleh dia berada di persimpangan tanaman kacang putih dan bunga ungu tanaman.
Dia menyadari bahwa penyerbukan silang ini menghasilkan keturunan hibrida.Ia kemudian, menemukan bahwa karakteristik dari setiap tanaman tergantung pada sesuatu yang disebut faktor. Faktor-faktor tersebut kemudian diidentifikasi dan dinamakan sebagai gen. Hukum Mendel genetika menyatakan bahwa gen biasanya terjadi sebagai pasangan dalam sel-sel tubuh dan terpisah ketika sel kelamin terbentuk. Ia juga menyatakan bahwa dalam setiap pasangan gen, salah satu yang dominan dan yang lain resesif di alam. Ciri-ciri gen dominan membantu untuk menentukan fitur.
Mendel juga menyatakan bahwa setiap sel individu akan memiliki dua gen dan satu dari setiap orangtua. Dua gen ini mungkin atau mungkin tidak mengandung jenis yang sama sifat. Kedua gen akan sama, dan masing-masing gen disebut homozigot untuk sifat. Jika kedua gen memiliki sifat yang berbeda, maka disebut heterozigot. Jika gen bolak-balik, maka mereka disebut alel. Alel menentukan genotipe individu. Alel ini juga ditemukan dalam berpasangan, di mana setiap alel berasal dari masing-masing orang tua; satu berasal dari laki-laki dan yang lain berasal dari perempuan. Gen ini bisa diteruskan ketika individu dewasa dan mereka ditularkan ke sperma atau telur.

C.        Cara Mempelajari Genetika
Untuk mempelajari sifat genetis dapat dilakukan dengan 9 cara, yaitu melalui:
1. Hibrid
Hibrid ialah penyilangan (cross).Pekerjaannya disebut menyilang atau menghibrid (hibridasi).Hibridisasi dilakukan dengan cara mengawinkan individu-individu yang berbeda karakter atau variasi. Biasanya antara individu dalam satu spesies.Kadang ada juga antara individu berbeda spesies tapi dalam satu genus.Pada hewan jarang sekali dilakukan hibrid (cross) antara individu berbeda species. Pada tumbuhan, hibrid kini banyak dilakukan antara individu berbeda species tapi dalam genus sama untuk mendapatkan turunan yang poli-ploidi, artinya yang kromosomnya lebih dari biasa (diploid). Tanaman poliploidi ini sering memiliki ukuran anatomi yang lebih besar, tapi kurang fertil dan bijinya pun sedikit.
2.   Silsilah keluarga
Silsilah keluarga biasa dipakai untuk menyelidiki sifat genetis pada manusia dan hewan piara seperti anjing dan kuda.Silsilah merupakan alat yang paling banyak digunakan bagi peneliti dan gambaran pewarisan sifat-sifat manusia.Secara tradisional, wanita dilukiskan dengan lingkaran atau dengan simbol ♀, laki-laki dilukiskan dengan bujur sangkar atau dengan simbol ♂.
3.   Anak kembar
Ini biasa dipakai pada Genetika Manusia.Ada 2 macam anak kembar menurut kejadiannya, yaitu kembar fraternal dan kembar identik.Pada kembar fraternal, masing-masing individu berasal dari zigot berbeda.Berbeda ovum dan berbeda sperma, yang berarti berbeda pula susunan genetisnya.Pada kembar identik, masing-masing individu berasal dari satu zigot yang membelah pada tingkat awal embrio, yakni pada tingkat pembelahan (segmentaasi) atau tingkat blastula.Masing-masing berpisah jadi dua atau lebih, dan mengalami pertumbuhan sendiri-sendiri. Karena tiap individu berasal dari satu ovum dan satu sperma yang sama, maka susunan genetis merekapun sama.
Anak kembar dipakai pula untuk menyelidiki pengaruh lingkungan pada pernyataan sifat genetis.Anak kembar freternal biasanya dapat dipakai sebagai “kontrol” atau pengecek pengamatan kita itu.Ada karakter genetis yang pengaruh lingkungan besar sekali, ada pula yang hampir tak ada.
4.   Kawin sekerabat
Dalam bahasa inggris disebut “consanguity”, yakni perkawinan antara sekerabat misalnya antara saudara sepupu.Kawin sekerabat membuat sifat genetis yang buruk lebih sering muncul dari pada perkawinan biasa.
5.   Percobaan
Percobaan atau eksperimen, ialah mencoba membuat suatu perubahan pada sifat genetis. Melalui cara percobaan atau eksperimen lebih banyak didapat hasil perubahan yang besar peranannya bagi ilmu pengetahuan. Diantara percobaan yang penting antara lain:
Pemindahan bahan genetis dari satu individu ke individu lain.
Ini banyak dilakukan pada virus dan bakteri.Orang dapat mengubah semacam bakteri atau virus dari patogen menjadi tak patogen, atau sebaliknya dari tak patogen menjadi patogen.
b.      Meradiasi atau memasukkan zat radio aktif dan kimia yang tajam kedalam jaringan tubuh.
Bahan genetis jadi berubah, dan akibat perubahan itu dapat dipelajari, setelah membandingkannya dengan “kontrol” yang berkarakter normal. Dengan cara ini dapatlah kita pelajari fungsi bagian-bagian bahan genetis yang rusak oleh radiasi itu.
  1. Mencari sifat heterosis dengan breeding pada tanaman atau ternak, sehingga mutu dan jumlah produksi naik.
6.   Sitologi
Bidang genetika yang khusus mempelajari bahan sifat keturunan itu secara langsung disebut sitogenetika.Dipelajari zat yang membina bahan genetis itu dengan mangamati sel yang menyimpan. Untuk bidang sitologi ini orang perlu memiliki peralatan yang halus dan mahal, radio-chromatografi seperti mikroskop elektron, zat radio aktif, alat kultur jaringan, serta perlengkapan teknik mikroskopis seperti mikrotom, reagen dan pewarnaan.
7.   Morfologi-Anatomi
Dengan meneliti bentuk luar dan dalam alat-alat atau bagian tubuh suatu organisme, menyertai hibridasi, pengamatan silsilah kerabat, eksperimen dan sitologi, makin teliti dan lengkaplah pengamatan kita akan sifat genetis suatu karakter. Dengan melakukan perkawinan dan persilangan terus menerus dapat dibuat sistematik morfologi-anatomi suatu species yang normal serta variasinya, lalu dipakai untuk meneliti kelainan yang timbul dari padanya.
8.Fisiologi-biokimia
Dengan pemeriksaan serum dan urine dapat diketahui sifat darah, susunan kromosom serta pasangan gen seseorang, atau apakah atau mengidap penyakit hemophilia, bisa dilihat pada test serumnya.Orang carrier itu biasanya mengandung zat tertentu yang kadarnya berbeda dari orang normal sesungguhnya tapi tak separah yang terdapat dalam tubuh yang kena penyakit keturunan itu.
9.   Biometrika
Perhitungan yang bersifat matematika berguna untuk menyusun data obyek genetika serta mengambil kesimpulan.Pemecahan masalah genetik memanglah banyak sekali memepergunakan perhitungan matematis.Matematika yang khusus diterapkan biologi, disebut biometrika.Genetika manusia banyak sekali mempergunakan perhitungan statistik-biometrika.
D.        Perhitungan yang bersifat matematika berguna untuk menyusun data obyek genetika serta mengambil kesimpulan. Pemecahan masalah genetik memanglah banyak sekali memepergunakan perhitungan matematis.Matematika yang khusus diterapkan biologi, disebut biometrika.Genetika manusia banyak sekali mempergunakan perhitungan statistik-biometrika.GEN adalah "substansi hereditas" yang terletak di dalam kromosom.
Gen bersifat antaralain  :
-     Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom.
-     Mengandung informasi genetika.
-     Dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel.
Materi dasar GEN adalah DNA.Tugas gen adalah mengatur berbagai jenis karakter (sifat) makhluk hidup yaitu karakter fisik (morfologi & anatomi), karakter psikis (pemalu, pamarah, panakut). Cara kerja gen dalam mengatur berbagai karakter adalah melalui sintesis protein (Enzim & Hormon).

E.        Pembelahan Sel
Ada dua macam pembelahan sel, yaitu pembelahan secara langsung ’amitosis’ dan pembelahan secara tidak langsung ’mitosis dan meiosis’.

1.      Amitosis
Adalah pembelahan inti secara langsung diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Proses pembelahan sel pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada eukariotik. Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses pertumbuhan sel, duplikasi materi genetic, pembagian kromosom, dan pembelahan sitoplasma yang didahului dengan pembentukan dinding sel baru. Proses pembelahan yang demikian dinamakan amitosis, amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melibatkan kromosom, contohnya pada sel bakteri.
      Kromosom hasil duplikasi, awalnya akan menempel pada membrane plasma. Selanjutnya, akan terjadi pertumbuhan antara dua tempat perlekatan kromosom untuk melakukan pemisahan materi inti. Kemudian akan terjadi sitokenesis yang diikuti dengan terbentuknya dinding sel baru hingga dua sel anakan terbentuk, pembelahan yang demikian juga sering disebut dengan pembelahan biner (binary fision) atau pembelahan sel secara langsung.

2.   Mitosis

Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran sel. Proses ini menghasilkan dua sel anak yang identik, yang memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis merupakan fasa mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi dua sel anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal.
Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. Pada organisme multisel, sel somatik mengalami mitosis, sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani pembelahan yang disebut pembelahan biner.
Karena sitokinesis umumnya terjadi setelah mitosis, istilah "mitosis" sering digunakan untuk menyatakan "fase mitosis".Perlu diketahui bahwa banyak sel yang melakukan mitosis dan sitokinesis secara terpisah, membentuk sel tunggal dengan beberapa inti. Hal ini dilakukan misalnya oleh fungi dan slime moulds. Pada hewan, sitokinesis dan mitosis juga dapat terjadi terpisah, misalnya pada tahap tertentu pada perkembangan embrio lalat buah.
Hasil utama dari mitosis adalah pembagian genom sel awal kepada dua sel anakan.Genom terdiri dari sejumlah kromosom, yaitu kompleks DNA yang berpilin rapat yang mengandung informasi genetik vital untuk menjalankan fungsi sel secara benar.Karena tiap sel anakan harus identik secara genetik dengan sel awal, sel awal harus menggandakan tiap kromosom sebelum melakukan mitosis. Proses penggandaan terjadi pada pertengahan intefase, yaitu fase sebelum fase mitosis pada siklus sel.
Setelah penggandaan, tiap kromosom memiliki kopi identik yang disebut sister chromatid, yang berlekatan pada daerah kromosom yang disebut sentromer.Sister chromatid itu sendiri tidak dianggap sebagai kromosom.
Mitosis adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel).Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.

Secara garis besar ciri dari setiap tahap pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut:
Proses mitosis secara konvensional dibagi 6 fase yaitu interfase, profase, prometafase, metafase, anafase, dan telofase (awal dan akhir). Profase biasanya merupakan fase terpanjang, dengan mengambil waktu kurang lebih 60 % dari keseluruhan waktu yang dibutuhkan dalam mitosis.Selama pembelahan mitosis yang berlangsung pada sel hewan dan sel tumbuhan.
Tahap interfase merupakan tahap persiapan yang esensial untuk pembelahan sel karena pada tahap ini kromosom direplikasi.
Saat pembelahan sel, kromatin dikemas sangat padat/kompak sehingga tampak sebagai kromosom.Selama interfase, kromatin tidak terlalu terkondensasi untuk ekspresi informasi genetik.Nukleus telah terbentuk dengan jelas dan dibungkus oleh selubung nukleus.Tepat di luar nukleus terdapat dua sentrosom yang terbentuk sebelumnya oleh replikasi sentrosom tunggal.
1. Kromatin menebal, memendek รจ kromosom
2. Nukleolus melebur
3. Sentriol memisah – benang-benang gelendong mulai terbentuk
4. Dinding inti mulai melebur tapi belum seluruhnya
5. Kromosom menduplikasi รจ kromatid

1. Dinding inti benar-benar melebur, benang gelendong meluas
2. Terdapat bidang pembelahan (ekuator)
3. Kromatid menuju bidang pembelahan berkumpul / berderet pada bidang pembelahan
4. Terbentuk benang antar kromatid / benang interkromosom ( interzonal )

1. Dimulai dengan pemisahan kromatid pada sentromernya
2. Sentromer dari masing-masing kromatid membelah menjadi dua
3. Kromatid memisah dari bidang pembelahan kromoson
4. Kromosom bergerak ke kutub yang berlawanan ( pergerakan ini dibantu oleh kontraksi benang kromosom dan dorongan benang interkromosomal )

3.                  Meiosis
adalah pembelahan sel yang juga melalulitahapan-tahapan tertentu. Pembelahan meiosis disebut juga sebagai pembela
   Pembelahan secara meiosis hanreduksi, yaitu pembelahan sel induk diploid (2n) menghasilkan empat sel anakanhaploid (n). Masing-masing sel anakan mengandung separuh kromosom sel induk,yaitu haploid (n). Pembelahan ini terjadi pada proses pembentukan sel gamet(sel kelamin) yang terjadi pada organ reproduktif. Pada hewan dan manusia,sperma yang haploid dihasilkan di dalam testis dan sel telur haploid dihasilkandi dalam ovarium. Pada tumbuhan berbunga, sel gamet dihasilkan di dalam putikdan benang sari melalui meiosis. Meiosis berperan untuk menghasilkan gametsecara genetik tidak identik (hanya setengah dari induknya).







·         Tahap-Tahap Pembelahan Sel

a.                   Tahap-tahap Pembelahan Sel secara Mitosis

Sel memiliki siklus. Siklus sel terdiri darifase pembelahan sel/ mitotik (M) dan priode pertumbuhan yang disebut iterfase.Interfase terdiri dari tiga subfase, yaitu G1, S, dan G2,
Pembelahan mitosis merupakan pembelahan yang menghasilkan sel-sel tubuh.Secara garis besar, pembelahan sel ini terdiri dari fase (interfase), fasepembelahan inti (kariokinesis), dan fase pembelahan sitoplasma (sitokinesis).

Tahap Interfase
     Pada tahap interfase, sel dianggapistirahat dari proses pembelahan. Meskipun demikian, sebenarnya tahap interfasemerupakan tahap yang aktif dan penting untuk mempersiapkan pembelahan.Persiapan berupa Replikasi DNA.Pada umumnya, sebagian besar waktu hidup selberada pada tahap ini.Selanjutnya interfase dibagi lagi ke dalam fase gap-1(G1), fase sintesis (S), dan fase gap-2 (G2).

* fase gap-1 (G1)
Pada fase G1 sel-sel belum mengadakan replikasiDNA, sehingga DNA masih berjumlah 1 salinan (1c = 1 copy = salinan), dandiploid (2n).

* fase sintesis (S)
Pada fase S DNA dalam inti mengalamireplikasi(penggandaan jumlah salinan) sehingga pada fase sintesis akhirnyamenghasilkan 2 salinan DNA dan diploid (2c, 2n).


* fase gap-2 (G2)

Pada fase G2 replikasi DNA telah selesai, dan selbersiap-siap mengadakan pembelahan.

Tahap Kariokinesis
Kariokinesis adalah tahap pembelahan inti sel.



* Profase
    Pada tahap profase, DNA mulai dikemas atau dipaket menjadi kromosom.Kromosom merupakan struktur terpadat dari kemasan DNA.
Pada profase awal, kromosom mulai tampak lebihpendek serta menebal.Pada sel hewan, sentriol membelah dan masing-masingbergerak ke kutub yang berlawanan pada nukleus.
Selanjutnya terbentuk benang-benang spindel (benangmikrotubul) yang terhubung dari kutub ke kutub.Pada sel tumbuhan, tidakterdapat sentriol dan benang spindel terbentuk tanpa terikat pada sentriol.
Pada profase akhir, masing-masing kromosom terlihatterdiri dari dua kromatid yang terikat pada sentromer.Selanjutnya, nukleoushilang dan membran nukleus hancur.Pada tahap ini kromosom terletak bebas didalam sitoplasma.

* Metafase
Metafase merupakan tahap yang singkat dalammitosis.Pada tahap-tahap ini, kromosom bergerak ke bidang ekuator benangspindel (bidang pembelahan).Kromosom terikat pada benang spindel melaluisentromer.
Kromosom terletak di bidang ekuator dengan tujuanagar pembagian jumlah informasi DNA yang telah diberikan kepada sel anakan yangbaru benar-benar rata dan sama jumlahnya.
* Anafase
Anafase juga merupakan tahap yang singkat dalam mitosis.Pada tahap inimasing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan.Kromatidbergerak menuju kutub pembelahan.Kromatid dapat bergerak ke arah kutubpembelahan karena terjadinya kontraksi benang spindel. Pada saat kontraksi,benang spindel memendek kemudian menarik kromatid menjadi dua bagian ke duakutub yang berlawanan. Tahap anafase menghasilkan salinan kromosom berpasangan(1c, 2n).
* Telofase
Pada tahap ini kromatid telah disebutkromosom.Membran inti mulai terbentuk dan nukleous kembali muncul.Kromosommembentuk benang-benang kromatin. Selanjutnya, pada tahap telofase akhirterjadi pembelahan sitoplasma dengan proses yang disebut sitokenesis.

Tahap Sitokenesis
     Padatahap sitokenesis terjadi pembelahan sitoplasma yang dikuti dengan pembentukansekat sel yang baru.Sekat memisahkan dua inti tersebut menjadi dua sel anakan.
Pada sel hewan, tahap sitokenesis dimulai saattelofase berakhir.Pada telofase akhir terjadi penguraian benang-benangspindel.Kemudian segera terbentuk cincin mikrofilamen yang menyempit di daerahbekas bidang ekuator.Kontraksi ke arah dalam ini menyebabkan celah yangmendalam pada permukaan sel, diikuti dengan pembagian isi dua sel secaraterpisah.
     Pada seltumbuhan terdapat dinding sel yang keras. Oleh karena itu, cara sitokenesis seltumbuhan berbeda dengan sel hewan. Sel tumbuhan yang telah mengalamikariokinesis segera membentuk sekat sel(cell plate) di sekitar bekas bidangpembelahan. Sekat ini mula-mula terbentuk dari vesikel membran yang berasaldari Badan Golgi.Vesikel tersebut diarahkan sepanjang benang spindel di bidangekuator.Vesikel-vesikel tersebut kemudian mengalami fusi (penyatuan) membentukmembran, dan diikuti dengan terbentuknya dinding sel yang baru.
b.                  )Tahap-Tahap Pembelahan Sel secaraMeiosis (pembelahan Reduktif
   Pembelahan meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan sel-selkelamin (sperma dan telur).Sel kelamin berguna untuk reproduksi makhluk hidupsecara seksual generatif. Sel kelamin berisi kromosom setengah pasang (haploid= n). Tahap pembelahan meiosis terdiri dari tahap-tahap yang serupa denganpembelahan mitosis.Hanya saja pada meiosis terjadi dua kalipembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. Masing-masing meiosis terdiri daritahap-tahap yang sama. Tahap-tahapnya :
 Meiosis I
Terdiri dari interfase, profase I, metafase I,anafaseI, telofase I, dan sitokinesis.
* interfase
     Pada interfase, sel berada pada tahap persiapan untuk mengadakanpembelahan. Persiapanya adalah berupa penggandaan DNA dari satu salinan menjadidua salinan (sama seperti pada interfase mitosis). Tahap akhir interfase adalahadanya dua salinan DNA yang telah siap dikemas menjadi kromosom.

* Profase I
     Pada profase I, DNA dikemas ke dalam kromosom. Pada akhir profase I,terbentukkromosom homolog yang berpasangan membentuk tetrad. Kromosomhomolog adalah sepasang kromosom yang terdiri dari dua kromosom identik (karena bentuk dan ukuran kedua kromosom sama, bahkan mengandung gen dengan strukturdan jumlah yang sama).
Profase I merupakan tahap terpanjang dibandingkantahapan lainnya pada meiosis I karena terdiri dari lima tahap, yaitu leptoten,zigoten, pakiten, diploten, dan diakinesis.
     Padatahap leptoten, kromatin berubah menjadi kromosom yang mengalamikondensasi dan terlihat sebagai benang tunggal yang panjang.Pada beberapaorganisme, kromosom tersebut mengandung bentukan seperti manik-manik, yangmerupakan daerah kromosom yamg menyerap warna dengan kuat, yaitu kromomer.
    Padatahap zigoten, sentrosom membelah menjadi dua, kemudian bergerak menuju kutub yang berlawanan.Kromosom homolog yang berasal dari gamet keduaorang tua termasuk bagian kromomer saling berdekatan dan berpasangan ataudisebut melakukan sinapsis.
   Pada tahap pakiten tiap kromosom melakukan penggandaan atau replikasimenjadi dua kromatid dengan sentromer yang masih tetap menyatu dan belummembelah.Tiap kromosom yang berpasangan mengandung empat kromatid disebuttetrad atau bivalen.
   Pada tahap diploten kromosom homolog terlihat saling menjauh. Saat kromosom homolog menjauh,terjadi pendekatan berbentuk X pada suatu tempat tertentu di kromosom yangdisebut kiasma (jamak: kiasmata). Kiasma merupakan bentuk persilangan dua dariempat kromatid suatu kromosom dengan pasangan kromosom homolognya.Kiasma jugamerupakan tempat terjadinya peristiwa pindah silang (crossing over) padakromosom.Peristiwa pindah silang merupakan salah satu penyumbangkeanekaragaman individu makhluk hidup. Karena adanya peristiwa tersebut selgamet yang terbentuk sama sekali tidak identik dengan susunan kromosom selinduknya.
   Pada tahap diakinesis terbentuk benang-benang spindel dari pergerakan duan sentriol (hasilpembelahan) ke arah kutub yang berlawanan.Diakinesis diakhiri denganmenghilangnya nukleolus dan membran nukleus serta tetrad mulai bergerak kebidang ekuator.

* Metafase I
    Pada metafase I tetrat kromosomberada pada bidang ekuator. Pada bidang ekuator, benang-benang spindle (mikrotubul) melekatkan diri pada tiap sentromer kromosom. Ujung benang spindle yang lainya membentang melekat di kedua kutub pembelahan yang berlawanan.

* Anafase I
   Pada anafase I tiap kromosom homolog (yang berisi dua kromatidkembarnya) masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutubpembelahan yang berlawanan arah. Tujuan anafase I adalah membagi isi kromosomdiploid menjadi haploid.

* Telofase I
   Pada telofase I tiap kromosom homolog kini telah mencapai kutubpembelahan.

* Sitokinesis I
   Pada sitokinesis I tiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat sehinggasitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatidkembarnya.

Interkinesis
   Interkinesis adalah tahap dimana di antara dua pembelahan meiosis. Padatahap interkinesis tidak terjadi perbanyakan(replikasi) DNA. Hasil pembelahanmeiosis I menghasilkan dua sel anakan yang haploid ( karena kini sel anakanmengandung setengah pasang kromosom homolog). Meskipun demikian, perlu diingatbahwa kromosom tersebut masih berisi sepasang kromatid, yang berarti kandunganDNA-nya masih rangkap (2c).Tujuan meiosis II adalah membagi kedua salinantersebut pada sel anakan yang baru.Pada meiosis II terjadi pada tahap-tahapyang serupa pada meiosis I.

Meiosis II
     Tahap meiosis II terdiri dari profase II, metafase II, anafase II, telofase II, dansitokinesis II

* Profase II
Pada profase II kromatid kembaran masihmelekat pada tiat sentromer kromosom.Tahap ini kadang terjadi dalam waktusingkat karena dikuti tahap berikutnya.
* Metafase II
Pada metafase II tiap kromosom (yang berisidua kromatid) meretang pada bidang ekuator. Terbentuk benang-benang spindel,satu ujung melekat pada sentromer, dan ujung lain membentang menuju ke kutubpembelahan yang berlawanan arah.

* Anafase II
Pada anafase II benang spindel mulaimenarik kromatid menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan tersebut.Akibatnya, kromosom memisahkan kedua kromatidnya dan bergerak menuju kutub yangberbeda.Kromatid yang terpisah ini kini dinamakan kromosom.

* Telofase II
Pada telofase II, kromatid atau kromosom telahmencapai kutub pembelahan. Hasil total dari tahap ini adalah terbentuk empatinti. Tiap inti mengandung setengah pasang kromosom (haploid) dan satu salinanDNA (1n, 1c).

* Sitokinesis II
Pada sitokinesis II tiap inti mulai dipisahkan olehsekat sel dan akhirnya menghasilkan empat sel kembar haploid.

Pembelahan sel pada prokariotik
   Pada sel prokariotik, materi genetik tersebar didalam suatu badan serupa inti yang tidak dikelilingi oleh membran.Mikroorganisme yang prokariotik, misalnya bakteri dan alga hijau-biru. Proses pembelahan sel pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada eukariotik. Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses pertumbuhan sel, duplikasi materi genetik, pembagian kromosom, dan pembelahan sitoplasma yang didahului dengan pembentukkan dinding sel baru. Proses pembelahan yang demikian dinamakan amitosis. Amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melibatkan kromosom, contohnya pada sel bakteri.
   Ciri-ciri sel prokariotik adalah bahan genetik (DNA) tidak terstruktur dalam bentuk nukleus, DNA terdapat pada nukleolit yang tidak terselubungi oleh membran.Secara umum sel prokariotik memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sel eukariotik. Setiap prokariotik merupakan sel tunggal, tetapi akan sering terlihat dalam tipe rantai, agregat, atau kelompok sel yang jumlahnya ratusan.

Pembelahan sel pada eukariotik
   Pada sel-sel eukariotik, hal pembagian material genetik secara persis sama adalah lebih kompleks. Sebuah sel eukariotik mengandung kira-kira 1000 kali lebih banyak DNA dibanding sebuah sel prokariotik.Disamping itu, DNA ini berbentuk linea, membentuk sejumlah kromosom yang jelas berbeda. Sebagai contoh, sel-sel somatik (tubuh) manusia mempunyai 46 kromosom, masing-masing berbeda satu sama lainnya. Pada saat sel-sel ini membelah, setiap sel anak harus menerima satu duplikat dan hanya satu  dari setiap 46 kromosom. Disamping itu, sel-sel eukariotik mengandung berbagai macam organela dan ini juga harus dibagi secara merata diantara sel-sel anak.Pada sel eukariotik memiliki inti sel yang sangat kompleks dengan selubung inti yang terdiri dari dua membran.Sel-sel pada tubuh hewan dan tumbuhan termasuk dalam golongan sel eukariotik.Mikroorganisme yang eukariotik, misalnya protozoa, protista, dan semua jamur.

Siklus sel
   Sel-sel mengalami pembelahan melalui serangkaian proses yang terjadi berulang kali darin pertumbuhan ke pembelahan, yang dikenal sebagai siklus sel, siklus sel terdiri atas lima fase utama : G1, S, G2, mitosis, dan sitokinesis. Durasi (lamanya) masing-masing fase dari siklus ini berfariasi dari beberapa jam sampai beberapa hari, bergantung dari tipe sel dan faktor-faktor luar seperti suhu dan nutrisi yang tersedia.

   Siklus sel merupakan serangkaian kejadian dengan urutan tertentu berupa duplikasi kromosom sel dan organel didalamnya yang mengarah ke pembelahan sel. Pada eukariotik (sel bernukleus), proses perbanyakan atau sintesis bahan genetik terjadi sebelum berlangsungnya proses pembelahan sel, mitosis atau meiosis.

   Sel yang mempunyai kemampuan membelah adalah sel "muda" atau sel immature yang belum memiliki fungsi tertentu. Pada kondisi lingkungan yang mendukung sel akan memasuki siklus sel dan menghasilkan 2 sel identik. Sel yang tidak lagi membelah akan keluar dari siklus dan berdeferensiasi menjadi sel yang 
maturedengan struktur dan fungsi tertentu.

   Pada dasarnya siklus sel terdapat 2 fase utama yaitu fase S (DNA sintesis) dan fase M (Mitosis). Pada fase S terjadi duplikasi kromosom, organele dan protein interseluler dan pada fase M terjadi pemisahan kromosom dan pembelahan sel. Sebagian besar sel memerlukan waktu ekstra untuk proses sintesis sehingga pada siklus sel terdapat ekstra fase Gap yaitu Gap 1 antara fase M dan fase S serta Gap 2 antara fase S dan Mitosis. Hal ini mendasari pembagian fase menjadi 4 fase yaitu Fase G1, Fase S, Fase G2 (ketiganya disebut Interfase) dan fase M (mitosis dan sitokinesis).Interfase adalah fase istirahat, sel ini sebenarnya sangat aktif secara biokimia walaupun terlihat tidak ada perubahan morfologi (waktu lama, 23 jam dalam 1 siklus 24 jam).M phase (mitosis) merupakan inti dari siklus sel dan secara morfologi terjadi perubahan yang jelas teramati berupa kromosom yang tertarik ke kutub, sitogenesis dan akhirnya sel terbagi menjadi dua (waktu cepat, 1 jam dalam 1 siklus 24 jam).

Fase Gi dan G2 bukan hanya sebagai ekstra waktu proses sintesis namun juga berperan sebagai ekstra waktu bagi sel untuk memonitor kondisi lingkungan internal dan eksternal sebelum masuk ke fase S dan M. Jika kondisi lingkungan tidak mendukung maka sel berhenti berprogress pada G1 dan bahkan memasuki kondisi resting state pada Go (G zero). Go ini dapat berlangsung selama berhari-hari, bertahun-tahun atau sampai sel mati. Jika kondisi lingkungan mendukung dan terdapat sinyal untuk tumbuh maka sel akan memulai proses pada suatu titik akhir G1 yang disebut titik "Start". Setelah melalui titik ini sel akan mulai masuk fase S ditandai dengan Replikasi DNA yang terus berlangsung bahkan walau signal pertumbuhan dan pembelahan sudah tidak ada.

F.    Pengertian kromosom
Kromosom berasal dari dua kata, yaitu chroma (warna) dan soma (badan). Istilah ini muncul karena bagian ini akan jelas terlihat di bawah mikroskop apabila diberi zat warna. Kromosom terletak di dalam nukleus (inti sel). Inti sel tubuh dan inti sel kelamin suatu organisme mempunyai jumlah yang berbeda. Kromosom yang terletak di dalam inti sel tubuh bersifat haploid (2n), sedangkan yang terletak di dalam inti sel kelamin (gamet) bersifat haploid (n). Jumlah kromosom pada sel tubuh manusia sebanyak 46 (23 pasang), sedangkan pada sel kelaminnya (sperma atau ovum) sebanyak 23. dalam setiap kromosom manusia terdapat ribuan gen.
Kromosom adalah struktur benang dalam inti sel yang bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Kromosom adalah khas bagi makhluk hidup. Didalam inti sel terdapat kromosom. Didalam kromosom terdapat gen atau faktor pembawa sifat keturunan. Dengan demikian, individu baru hasil perkembangbiakan generatif membawa kedua sifat induknya. Sepasang kromosom adalah "Homolog" sesamanya, artinya mengandung lokus gen-gen yang bersesuaian yang disebut alela.
Lokus adalah lokasi yang diperuntukkan bagi gen dalam kromosom.
alel ganda (multiple alleles) adalah adanya lebih dari satu alel pada lokus yang sama.
Dikenal dua macam kromosom yaitu:
1.      Kromosom badan (Autosom).
Kromosom tubuh atau autosom adalah kromosom yang tidak menentukan jenis kelamin, berjumlah 2n-2. Pada manusia jumlah autosom pada setiap sel tubuh sebanyak 44 (22pasang).
2.      Kromosom kelamin / kromosom seks (Gonosom).
Kromosom kelamin (seks) atau gonosom adalah kromosom yang menentukan jenis kelamin, berjumlah sepasang.Kromosom kelamin pada wanita XX, sedangkan laki-laki XY.
DNA pada setiap makhluk hidup disimpan dalam suatu wadah yang disebut kromosom.Tiap kromosom menyimpan DNA yang mempunyai tugas khusus untuk mengatur bentuk fisik tubuh.Jumlah kromosom pada tiap spesies berbeda. Oleh sebab itu, tidak semua makhluk hidup bisa melakukan perkawinan antar spesies, karena tiap kromosom dari sperma harus mendapat pasangan kromosom lain dari sel telur. Walaupun jumlah kromosom sama, belum tentu perkawinan berhasil. Ibarat kunci dan gembok, pasangan kromosom dari sperma dan sel telur harus identik.Kunci berbentuk bulat tidak dapat dimasukkan ke lubang gembok yang berbentuk pipih. Inilah mengapa perkawinan antar spesies yang memiliki kromosom sama belum tentu berhasil. Kalaupun berhasil, biasanya akan menghasilkan mutasi yang menyebabkan cacat pada keturunan atau kematian pada induk.



BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari makalah yang kita buat dapat kita simpulkanbahwa gen adalah substansi hereditas yang terletak di dalam kromosom. Gen mempunyai sifat antara lain :
-        Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom.
-        Mengandung informasi genetika.
-        Dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel.
Genetika adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk beluknya secara ilmiah.Orang yang dianggap sebagai "Bapak Genetika" adalah Johan Gregor Mendel.

B. Saran
                  Sebagai seorang calon perawat disarankan supaya kita mendalami ilmu tentang sel sebagai pengetahuan dasar dalam mata kuliah biologi maupun anatomi dan fisiologi.